2008/09/03

Wudhu

Wudhu

A. Hal-hal yang mewajibkan wudhu
Ketika hendak shalat, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,” (QS. Al Maidah :6).
Juga berdasarkan hadits-hadits Rasulullah saw bersabda:
“Kunci shalat adalah bersuci; permulaannya adalah takbir dan penutupnya adalah salam.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lainnya).
“Allah tidak menerima shalat seseorang yang berhadats sebelum berwudhu terlebih dahulu.” (HR. Bukhari).
“Tidak diterima shalat yang dilakukan tanpa berwudhu dan (tidak diterima) shadaqah harta yang didapat secara tidak halal.” (HR. Muslim).

Memegang mushaf Al Qur’an, Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Amru bin Hazm, Hakim bin Hizam, dan Ibnu Umar ra bahwa Nabi saw bersabda:
“Tidak boleh seseorang memegang Al Qur’an, kecuali keadaan suci.” (HR. Malik, shahih).

Ketika hendak Thawaf mengelilingi Ka’bah, Ini berdasarkan perkataan Rasulullah saw kepada Aisyah radiallahu anha:
“Lakukanlah semua amalan-amalan haji, kecuali thawaf mengelilingi ka’bah, kalau kamu belum suci.” (HR. Bukhari).

B. Tata cara wudhu
Dalil-dalil yang menerangkan mengenai wudhu:
“Humran –bekas budak Usman bin Affan- pernah melihat Utsman meminta air wudhu. Beliau lantas menuangkan air tersebut dari wadahnya pada kedua telapak tangannya sekaligus membasuh keduanya tiga kali. Beliau lantas mencelupkan tangan kanannya ke dalam air tersebut, kemudian berkumur-kumur, memasukkan air tersebut ke dalam hidung dan mengeluarkannya. Beliau lalu membasuh wajahnya tiga kali, membasuh kedua tangannya sampai kedua sikunya tiga kali, lantas mengusap kepalanya. Setelah itu, beliau membasuh kedua kakinya tiga kali dan mengatakan, ‘Aku melihat Nabi saw berwudhu seperti wudhuku ini’, lantas bersabda, ‘Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini kemudian mengerjakan shalat dua rakaat dan mengerjakannya dengan penuh kekhusyukan, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.’” (HR. Bukhari).
Amr bin Yahya Al Mazini menuturkan dari bapaknya bahwa dia mengatakan, “Aku menyaksikan Amr bin Abi Al Hasan bertanya kepada Abdullah bin Zaid tentang tata cara wudhu Rasululah saw. Abdullah lantas meminta sebaskom air, dan memberikan contoh berwudhu kepada orang-orang sesuai dengan tata cara wudhu Rasulullah saw. Beliau menuangkan air dari baskom tersebut pada kedua telapak tangannya, lalu membasuhnya tiga kali. Beliau lantas mencelupkan kedua tangannya ke dalam baskom tersebut lalu berkumur-kumur, memasukkan air ke dalam hidung dan mengeluarkannya tiga kali menggunakan cidukan tangan. Beliau lantas mencelupkan tanganya ke dalam baskom tersebut dan membasuh wajahnya tiga kali. Beliau lalu mencelupkan tangannya ke dalam baskom dan membasuh tangannya itu sampai ke siku sebanyak dua kali. Beliau kemudian mencelupkan tangannya dan menggunakannya untuk mengusap kepala sekali dari belakang ke depan dan kembali dari depan ke belakang. Beliau lalu membasuh kedua kakinya.”
Dalam riwayat lain dikatakan : “… Beliau mengusapkan kedua tangannya dari belakang ke depan sampai tengkuk dan mengembalikannya lagi pada posisi awal dimana beliau mulai mengusapkan kedua tangannya.”(HR. Bukhari-Muslim).

Dan tata cara wudhu secara lengkap meliputi yang wajib dan yang sunnah sebagai berikut :
Berniat dalam hati
Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Umar ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya.” (HR. Bukhari-Muslim). Niat tidak boleh dilafazhkan (diucapkan secara keras) dengan lisan, karena Nabi saw tidak pernah melakukannya. Disamping itu, Allah mengetahui apa yang dibisikan oleh hati seseorang, sehingga tidak perlu niat tersebut diucapkan.
Membaca: (Basmalah)
Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda:
“Tidak dipandang shalat orang yang shalat dengan tidak berwudhu; tidak dipandang berwudhu orang yang berwudhu dengan tidak menyebut nama Allah.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dan lainnya).
Membasuh kedua tangan 3 kali
Ini berdasarkan hadits (seperti yang telah diterangkan diatas) Rasulullah saw:
“…menuangkan air dari baskom tersebut pada kedua telapak tangannya, lalu membasuhnya tiga kali.” (HR. Bukhari-Muslim).
Berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung
Dilakukan dengan menggunakan tapak tangan kanan, kemudian mengeluarkannya kembali dengan tangan kiri (berdasarkan hadits riwayat An Nasa’I, shahih). Ini dilakukan sebanyak 3 kali berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid ra (hadits yang telah diuraikan diatas, pen). Kita dianjurkan berwudhu secara sempurna. Bila tidak sedang berpuasa kita dianjurkan bersungguh-sungguh memasukkan air ke hidung, lalu menghembuskannya kembali.
Membasuh muka 3 kali
Batasan muka adalah menyamping dari telinga kanan hingga kiri, lalu dari atas mulai tempat tumbuhnya rambut di dahi hingga janggut, termasuk jenggot. Ketika membasuh muka kita juga membasuh jenggot. (berdasarkan hadits diatas).
Membasuh tangan
Membasuh tangan kanan 3 kali, dimulai dari ujung-ujung jari hingga siku, menggosok-gosok lengan, membasuh siku, dan membersihkan sela-sela jari-jemari. Setelah selesai membasuh tangan kanan, dilanjutkan membasuh tangan kiri sebagaimana yang dilakukan pada tangan kanan.
Membasuh kepala 1 kali
Dimulai dengan membasahi kedua tapak tangan dengan air, lalu membasahi kepala bagian depan, kemudian menarik tangan ke belakang hingga kepala bagian belakang, kemudian menariknya kembali ke kepala bagian depan. Setelah itu dilanjutkan dengan memasukkan jari telunjuk ke lubang telinga,
sedangkan ibu jari menggosok telinga bagian luar.
Membasuh kaki
Membasuh kaki kanan 3 kali, dimulai dengan membasuh ujung-ujung jari sampai mata kaki, mencuci mata kaki, dan membersihkan sela-sela jari kaki. Setelah selesai membasuh kaki kanan, dilanjutkan membasuh kaki kiri sebagaimana yang dilakukan pada kaki kanan.

Referensi :
- Thaharah Nabi SAW tuntunan bersuci lengkap, Sa’id bin ‘Ali Wahf Al Qahthani.
- Umdatul Ahkam Hdits Bukhari Muslim Pilihan, Syaikh Abdul Ghani Al Maqdisi.

Tidak ada komentar:

News Update

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Anda mau membeli atau mencari Buku?


Masukkan Code ini K1-39C35C-1
kutukutubuku.com
Anda malas datang langsung ke toko buku pada saat anda ingin membeli buku,gak usah khawatir anda bisa langsung pesan buku yang anda inginkan hanya dengan melalui website http://kutukutubuku.com.Anda cukup mengisi identitas diri anda dan buku yang anda inginkan.

Berita IT dan Artikel

News Liputan6

Computer Science

Gallery

  Gallery (Friend's 4ever )