2008/11/19

Microsoft Mempersiapkan Anti-Malware Gratis

APLIKASI anti-malware Morro akan tersedia gratis untuk diunduh mulai semester kedua 2009. Program itu dijamin tidak akan membebani kinerja komputer. Produsen software terbesar dunia Microsoft Corp sedang mempersiapkan software antimalware bernama sandi Morro.

Dirancang untuk menangkal dan membasmi program jahat seperti virus, spyware, rootkit, dan trojan, Morro akan dapat diunduh dan digunakan gratis oleh para pengguna sistem operasi Windows. Microsoft mengungkapkan, Morro akan mulai tersedia pada semester kedua 2009.

Microsoft menjamin, Morro adalah program yang hemat sumber daya komputasi sehingga dapat dijalankan pada seluruh jenis komputer, termasuk notebook mini (netbook), yang memiliki tenaga komputasi sangat terbatas.

"Pelanggan di seluruh dunia mengungkapkan kepada kami bahwa mereka membutuhkan perlindungan komprehensif dan terus-menerus dari ancaman baru dan ancaman yang sudah ada. Kami menanggapi serius keluhan itu," ujar Senior Director Product Management Online Services & Windows Division Microsoft Corp Amy Barzdukas.

Barzdukas menambahkan, Morro adalah jawaban Microsoft atas tuntutan itu. Barzdukas menjelaskan, software anti-malware baru yang disajikan gratis itu memungkinkan Microsoft memberikan perlindungan kepada lebih banyak pelanggan, terutama di pasar-pasar di mana pembelian PC (personal computer) baru mampu menyalip pertumbuhan malware. Morro tidak akan menjadi software sekuriti pertama Microsoft.

Pada saat ini, Microsoft sudah menawarkan solusi sekuriti Windows Live OneCare. Solusi sekuriti itu tidak gratis. Pengguna harus membayar USD49,95 per tahun (untuk tiga PC) guna memanfaatkan Windows Live OneCare.

Dapat ditebak! Solusi sekuriti berbayar Windows Live OneCare tentu akan mati ketika solusi sekuriti gratis Morro tersedia. Microsoft menyadari risiko tersebut. Karena itu, Microsoft akan menghentikan layanan Windows Live OneCare pada 30 Juni 2009.

Morro diperkirakan tersedia pada kisaran waktu tersebut. Dalam pemaparan Microsoft, Morro tidak akan kalah tangguh dari Windows Live OneCare, kendati Morro disajikan gratis.

Sebab, Morro dibangun menggunakan mesin yang sama dengan mesin pembasmi malware Microsoft yang sudah ada pada saat ini. Namun begitu, fitur Morro tidak akan selengkap Windows Live OneCare. Saat ini, Windows Live OneCare tidak hanya mampu membasmi dan menangkal malware, juga memiliki fitur printer-sharingdan tune-up PC otomatis.

Microsoft menyatakan, Morro tidak akan dilengkapi terlalu banyak fitur agar program itu tidak menyedot sumber daya komputasi lebih besar, yang berisiko memperlambat kinerja PC. Pendiri dan Presiden Endpoint Technologies Associates (firma riset pasar teknologi) Roger Kay menilai, Microsoft akan mampu membangun lingkungan komputasi lebih aman ketika mampu menyuguhkan software anti-malware gratis seperti Morro.

Sebab, Microsoft adalah produsen Windows, sistem operasi yang digunakan pada lebih dari 90% PC di dunia. "Penggunaan anti-malware standar di dunia masih sangat rendah, terutama di negara-negara berkembang. Ketersediaan perlindungan dasar untuk setiap orang yang memerlukan adalah kunci pembangunan lingkungan komputasi yang lebih aman," tutur Kay.

Software anti-malware kini memang sudah banyak tersedia. Namun, sebagian besar program anti-malware bukan merupakan software gratis. Industri sekuriti pun mampu meraih pendapatan besar akibat lonjakan ancaman virtual. Para pemain dominan di pasar sekuriti global pada saat ini adalah McAfee Inc dan Symantec Corp.

Para pesaing Microsoft itu tentu saja meradang melihat rencana Microsoft menggratiskan software sekuritinya. Kepada Reuters, McAfee menyatakan, penggratisan Morro adalah tanda penyerahan diri Microsoft dalam pertarungan di pasar sekuriti. Sebab,menurut McAfee, Windows Live OneCare hanya mampu menguasai pangsa pasar kurang dari 2%.

Namun, McAfee dan Symantec memang sudah lama berseteru dengan Microsoft. Pada 2006 dan 2007, McAfee dan Symantec menuduh Microsoft mendesain Windows Vista untuk mempersulit para produsen software sekuriti membangun aplikasi sekuriti untuk melindungi Vista. McAfee dan Symantec layak cemas karena periuk mereka terancam.

Laporan firma riset Gartner Inc mengungkap, industri sekuriti global pada 2007 mampu menikmati pertumbuhan 19,8% per tahun menjadi USD10,4 miliar, dari USD8,7 miliar pada 2006. Gartner menambahkan, industri sekuriti global pada 2007 masih didominasi oleh para pemain lama.

Symantec dan McAfee masih memimpin industri tersebut dengan pangsa pasar 26,6% (Symantec) dan 11,8% (McAfee). Apa pun tudingan McAfee dan Symantec, upaya Microsoft untuk menggratiskan anti-malware Morro layak dipuji. Sebab, harga software anti-malware dari McAfee dan Symantec tidak murah sehingga tidak setiap orang mampu membelinya.

Padahal, ancaman malware pada setiap hari terus meningkat. Dalam laporan terbaru Security Intelligence Report (SIR),Microsoft mengungkapkan, pada semester pertama (Januari-Juni) 2008 ancaman malware di internet naik 43%.

Microsoft menambahkan, pada semester pertama 2008 temuan celah keamanan membahayakan meningkat 13% dibandingkan dengan semester kedua (Juli-Desember) 2007. Namun begitu, temuan celah keamanan pada semester pertama 2008 turun 28% dari semester pertama 2007. (sindo//jri)

Tidak ada komentar:

News Update

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Anda mau membeli atau mencari Buku?


Masukkan Code ini K1-39C35C-1
kutukutubuku.com
Anda malas datang langsung ke toko buku pada saat anda ingin membeli buku,gak usah khawatir anda bisa langsung pesan buku yang anda inginkan hanya dengan melalui website http://kutukutubuku.com.Anda cukup mengisi identitas diri anda dan buku yang anda inginkan.

Berita IT dan Artikel

News Liputan6

Computer Science

Gallery

  Gallery (Friend's 4ever )