2009/03/09

JENIS-JENIS ANTIOKSIDAN DAN DOSISNYA

Pengenalan antioksidan dalam diagnosa-therapi.

Dari apa yang diuraikan di atas dapat diperoleh kesimpulan bahwa salah satu kunci utama dari pola hidup sehat yang memperpanjang umur dan menunda penuaan adalah dikonsumsinya nutrient yang sempurna secara cukup dan tepat yang dapat menghasilkan pertumbuhan sel-sel secara sehat dan berkelanjutan sehingga diperoleh hasil sebagai berikut:
1. metabolisme yang sempurna dengan menghindari terbentuknya radikal bebas secara berlebihan,
2. peningkatan daya tahan tubuh melalui pembentukan sistem imun yang tangguh dan efektif untuk :
_____a. melawan serangan bakteri, virus, jamur, parasit, racun dan berbagai zat-zat asing lain ___________dari luar,
_____b. menangkal oksidan dan radikal bebas yang masuk dari luar dan yang terbentuk dalam ___________badan sendiri.
Selama ini, dengan belum dikenalnya peranan antioksidan, pola nutrisi yang dipergunakan baru memenuhi sebagian persyaratan (1) dan (2a) saja. Persyaratan (2a) pun lebih banyak mengandalkan pada penggunaan obat-obatan dan cara-cara therapeutik lain, bukan pada upaya peningkatan sistem imun dari tubuh sendiri. Bahkan seringkali dokter kurang memperhatikan kondisi tubuh pasiennya, bagaimana kesejahteraan rumahtangganya, apa yang dimakannya, bagaimana pola hidupnya dan sebagainya yang merupakan informasi yang memang tidak langsung menjawab masalah penyakit yang diderita si pasien, tetapi sebenarnya sangat penting bagi pengobatan yang akan diberikan. Pemeriksaan biasanya dilakukan dengan pola diagnosa-therapi dengan mendasarkan pada informasi terbatas tentang tekanan darah, denyut jantung, suhu badan, analisa darah dan air seni serta mungkin secara agak canggih dengan elektro-kardiografi, ultrasonografi, endoskopi dan sebagainya, khusus tertuju pada sasaran penyebab penyakitnya saja.
Dengan bermacam-macam pemeriksaan yang pada akhirnya memerlukan biaya besar serta ketidakpastian hasilnya, apalagi bila dokter yang bukan ahli dalam peralatan canggih melakukan diagnosa secara kira-kira yang nantinya ternyata salah, sedangkan kebiasaan “second opinion” belum melembaga, tidak heran bila orangpun telah mulai banyak mempercayai apa yang dikenal sebagai cara pengobatan alternatif. Sebenarnya dari segi psikologi medis, cara ini sah-sah saja dan mungkin dapat menolong sejenak. Yang menjadi masalah adalah, cara pengobatan alternatif ini secara klinis tidak pernah didokumentasikan secara rapi. Orang lebih banyak mendapat informasi lisan tentang keberhasilan yang kadang-kadang terkesan fantastis daripada kegagalan-kegagalannya. Lebih tragis lagi adalah bila pada akhirnya semuanya dikembalikan pada takdir Allah swt. Sebenarnya bukan inilah yang dikehendaki Allah dalam menyikapi segala musibah. Dengan kemampuan akal dan pencarian serta penerapan ilmu, manusia harus terus berusaha untuk mencari jawaban sebenarnya, terutama dengan mengandalkan pada tubuhnya sendiri untuk mengatasi segala gangguan kesehatan yang dideritanya.
Obat-obatan canggih yang diberikan dokter untuk mengatasi penyakit sudah tentu didasarkan pada informasi yang dapat dipercaya, Namun obat-obatan apapun yang diberikan tak akan mampu mengatasi kemunduran kondisi tubuh apabila gizi tidak memenuhi kedua syarat di atas. Bahkan obat-obatan yang keras justru dapat memperlemah badan untuk dapat memanfaatkan potensi obat-obatan itu secara maksimal. Hal ini disebabkan karena faktor gangguan oksidan dan radikal bebas tidak diperhitungkan dalam therapi dokter tersebut.

Kholesterol sebagai kambing hitam.

Dengan pandangan demikian, diperkenalkannya pola nutrisi “empat sehat lima sempurna” yang seolah-olah sudah menjawab masalah kesehatan sepenuhnya, ternyata memberikan kejutan ketika gejala-gejala penuaan dan gangguan degeneratif tetap saja muncul. Penanganan untuk mengatasinya kemudian lebih diarahkan pada “memusuhi” atau mengurangi konsumsi jenis makanan tertentu yang dianggap sebagai penyebab gejala degenerasi itu. Contoh yang paling jelas adalah bagaimana kholesterol telah dijadikan musuh utama yang harus dihindarkan sejauh mungkin. Akibatnya banyak nutrient yang baik dan sangat berguna dalam melawan degenerasi menjadi tidak termanfaatkan sama sekali, misalnya antara lain : telur (khususnya kuning telur), daging kambing, otak, jeroan dan sebagainya yang sebenarnya merupakan bahan makanan yang tidak saja enak dan mengasyikkan, tetapi juga sangat berguna untuk metabolisme yang sempurna karena mengandung banyak protein-protein dan mineral yang dapat membantu pembentukan enzim-enzim yang sangat diperlukan untuk pertahanan tubuh. Khusus mengenai telur misalnya, dengan menghindari telur karena ketakutan pada kholesterol yang dikandungnya, maka kita akan kurang mengkonsumsi protein berupa asam amino sistein, yaitu suatu antioksidan yang ada dalam telur dan terdapat dalam rambut sebanyak kurang lebih 8 %. Akibatnya rambut kekurangan sistein sehingga lebih cepat menjadi uban karena rusaknya melanosit ( sel-sel penghasil pigmen) di kantung rambut (folikel) oleh radikal bebas. Tidak heran bila pada waktu ini banyak terlihat orang-orang yang masih muda berpenampilan sangat tua karena rambutnya putih semua! Apabila ditanyakan pada mereka apakah makan telur secara teratur, kemungkinan besar jawabannya adalah: “tidak!” dengan embel-embel “ ‘kan banyak kholesterolnya!”. Padahal masalahnya tidak seluruhnya terletak pada kholesterol itu, melainkan pada oksidasi oleh oksidan dan oleh radikal bebas atas kholesterol yang ada di dalam tubuh. Kholesterol yang teroksidasi memicu pembentukan plak yang akan menempel di dinding pembuluh darah hingga terjadi penyempitan atau bahkan penyumbatan pembuluh darah, sekalipun seseorang badannya tidak gemuk dan mengkonsumsi kholesterol dalam jumlah kecil. Badan manusia sendiri sebenarnya secara terus menerus menghasilkan kholesterol yang larut dalam darah (yaitu kholesterol serum, dibedakan dari kholesterol diet yang ada dalam bahan makanan) sebanyak serkitar 1,5 gram sehari. Sedangkan kholesterol itu sendiri sebenarnya adalah juga suatu antioksidan yang diproduksi di dalam hati, usus dan kulit dan sangat dibutuhkan sebagai bahan baku pembuatan bermacam-macam hormon jenis steroid, garam-garam empedu penghancur lemak dalam usus duabelas-jari dan untuk pembuatan dan perbaikan membran sel-sel. Kholesterol adalah satu-satunya antioksidan yang dihasilkan tubuh tanpa campurtangan elemen seng, selenium, mangan, tembaga dan besi. Pada akhir-akhir ini diketahui pula bahwa orang yang kekurangan kholesterol ternyata lebih mudah terkena kanker!
Jadi sebenarnya memusuhi kholesterol secara serta-merta adalah suatu kekeliruan. Kholesterol tetap diperlukan sebagai asupan yang penting dalam gizi kita, tetapi harus dijaga agar setelah ia menjadi kholesterol(s) dalam darah, ia tidak teroksidasi oleh oksidan dan radikal bebas. Untuk itulah diperlukan adanya suatu perisai yang terus-menerus beredar dalam diri kita berupa antioksidan, enzim dan gugusan protein lain dalam jumlah besar yang melindungi segala sel-sel dan molekul-molekul yang berguna bagi kelestarian tubuh, sedangkan yang tidak berguna dihancurkan dan disingkirkan dari sistem. Memang diketahui bahwa sesuatu yang berlebihan selamanya tidak baik karena pasti akan merusak keseimbangan. Karena itu konsumsi kholesterol(d) harus dijaga agar tidak berlebihan karena setelah terserap dalam tubuh, kadar kholesterol(s) yang terlalu tinggi akan dapat mengendapkan lemak yang menempel padanya. Endapan lemak ini, sebagaimana juga plak, dapat juga menyumbat pembuluh darah dan mengakibatkan stroke.
Secara umum dapat dikatakan bahwa konsumsi kholesterol(d) manusia rata-rata adalah sekitar 600 mg per hari, sedangkan kandungan dalam telur ayam besar hanya sekitar 250 mg per butir. Berdasarkan kenyataan itu, mengingat telur mengandung protein yang terlengkap dibandingkan dengan jenis makanan yang lain, para ahli kesehatan berani menyarankan konsumsi telur satu @ dua butir sehari, asalkan kadar antioksidan di dalam badan benar-benar dijaga secara maksimal aman. Kadar normal kholesterol(s) dalam darah berkisar dari 150 hingga 280 mg per 1dl (100mL). Angka yang tinggi umumnya terdapat pada mereka yang usianya lebih tua. Pada orang yang berusia di atas 50 tahun, beberapa laboratorium bahkan masih dapat menerima angka 350 sebagai batas tertinggi. Tubuh manusia sebenarnya mempunyai mekanisme penjagaan keseimbangan internal sendiri untuk menjaga agar kadar kholesterol berada dalam batas-batas normal, yaitu dengan mengubah kelebihan kholesterol(s) dalam darah menjadi garam-garam empedu yang pada dirinya memang sangat diperlukan untuk membantu pencernaan lemak, di samping penggunaannya dalam pembuatan berbagai hormon dan keperluan membran sel yang jumlahnya jauh lebih besar daripada apa yang dikonsumsi secara rata-rata tersebut di atas.
Dari keterangan-keterangan yang dimuat dalam publikasi ilmiah kesehatan ini terlihatlah bahwa kholesterol sebagai penyebab gangguan jantung koroner bukanlah suatu hal yang pasti. Yang sudah pasti adalah banyaknya antioksidan dalam darah akan dapat mencegah oksidasi pada kholesterol, pembuluh darah dan pada bagian-bagian lain sehingga mengakibatkan pengerasan dinding karena “cross-linking”, pembentukan plak dan pengendapan lemak. Semuanya ini adalah penyebab utama dari gangguan jantung koroner. Dengan adanya perisai antioksidan yang tangguh, pembuluh darah akan tetap lentur dan bersih sehingga dapat dicegah pula gejala naiknya tekanan darah atau hipertensi. Kelenturan pembuluh darah akan memungkinkan ia mengembang dan mengempis untuk menjaga agar tekanan darah tetap dalam batas-batas normal.

Kholesterol sebagai promosi bisnis.

Dengan menjadikan kholesterol sebagai unsur makanan yang harus dijauhi, ternyata dibalik itu masalah kholesterol telah dimanfaatkan oleh kalangan bisnis dalam berbagai macam produk yang mereka promosikan secara besar-besaran, dari makanan bebas kholesterol hingga ke produk-produk yang mampu menurunkan kholesterol dan menyingkirkan lemak dan sebagainya. Sudah pasti produk-produk ini jatuhnya mahal karena harus dimakan setiap kali bersantap. Sementara di samping itu, dengan turut disingkirkannya lemak dan protein yang ada dalam makanan, sebagian dari jumlah makanan yang seharusnya dapat diserap untuk merawat sel-sel menjadi hilang percuma saja, yaitu masuk mulut ke lambung terus mengikuti liku-liku jalannya usus, tetapi kemudian dikeluarkan lagi! Nyata-nyata suatu pemborosan! Akibatnya kitapun menjadi tidak yakin, apakah yang kita makan tadi sudah memenuhi takaran kebutuhan tubuh sebenarnya atau tidak. Jelaslah bahwa keseimbangan buatan yang dilakukan dengan mengkonsumsi produk-pruduk “canggih” ini jauh lebih merugikan dibandingkan dengan keseimbangan yang dilakukan oleh tubuh manusia sendiri, yaitu melalui konsumsi nutrient yang tepat dan benar, dalam jenis dan jumlah yang memenuhi kedua kriteria di atas, sekalipun mengandung kholesterol.
Memang tidak bijaksana untuk meremehkan kholesterol yang dapat menyebabkan gangguan jantung koroner, namun sebaliknya, menganggap kholesterol sebagai barang yang harus di tabukan jelas akan merugikan diri sendiri. Oleh karena itu, penelitian-penelitian selama ini terus dilakukan untuk mengetahui sampai berapa jauh kholesterol yang ada dalam diri kita berada dalam batas-batas yang aman. Beberapa petunjuk tentang kadar kholesterol telah dikeluarkan. Namun perlu diketahui bahwa petunjuk ini hanyalah pedoman yang memberikan gambaran risiko kemungkinan seseorang dapat terkena gangguan jantung koroner, sedangkan apakah berdasarkan gambaran risiko itu seseorang benar-benar akan terkena gangguan itu, tidak ada yang dapat memastikannya. Faktor penyebab lain masih banyak lagi, antara lain kurangnya gerak badan dan stress yang berkepanjangan.

Indikator kholesterol untuk gangguan jantung

Di dalam darah, kholesterol(s) tampil sebagai bagian dari suatu kompleks protein-lemak yang khas yang dinamai Lipoprotein. Kholesterol sendiri adalah suatu molekul alkohol padat jenis steroid yang menempel pada kompleks ini. Dalam test medis untuk mengetahui kadar kholesterol, yang diukur adalah kadar lipoprotein ini yang dibagi dalam tiga klasifikasi atau jenis:
1.VLDL (Very Low Density Lipoproteins) , yaitu Lipoprotein yang kepadatannya
sangat rendah,
2.LDL (Low Density Lipoproteins), yaitu Lipoprotein yang kepadatannya rendah,
3.HDL (High Density Lipoproteins), yaitu Lipoproten yang kepadatannya tinggi.

VLDL dan LDL biasa disebut sebagai kholesterol “jahat” karena mudah teroksidasi hingga dianggap penyebab utama dari gangguan jantung, sedangkan HDL adalah jenis yang “baik” karena bisa menyingkirkan kelebihan VLDL dan LDL dari darah untuk diubah menjadi garam-garam empedu di dalam hati. Indikator yang penting untuk memprediksi risiko gangguan jantung adalah perbandingan LDL/HDL. Makin besar angka HDL yang berarti makin kecil angka perbandingan LDL/HDL, makin kecil risiko gangguan jantung. Sebuah contoh dari sekelompok penduduk secara acak berdasarkan penelitian dan yang dapat digunakan sebagai pedoman adalah sebagai berikut :


__RISIKO_______________ LDL/HDL
___________________ PRIA______ WANITA
__________________________________
½ rata-rata ___________1.00_________1.47
_rata-rata____________ 3.55_________3.22
2x rata-rata___________6.25_________5.03
3x rata-rata___________7.99_________6.14

Disarankan untuk menjaga kadar LDL di bawah 130 mg/dL, kholesterol total dan trigliserida (lemak dalam darah, diukur bersamaan dengan lipoprotein) masing-masing di bawah 200 mg/dL. Angka ideal untuk HDL adalah di atas 35 mg/dL.
Dengan petunjuk ini pengaturan diet dapat dilakukan dalam rambu-rambu yang aman tanpa harus takut mengkonsumsi berbagai macam sumber protein seperti daging (sapi, kambing, ayam dsbnya), ikan, telur, hewan laut, biji-bijian, kacang-kacangan dan lain-lain yang mengandung kholesterol. Yang perlu dijaga adalah untuk tidak mengkonsumsi lemak jenuh yang banyak terdapat dalam daging hewan karena oksidasi lemak ini akan mendorong terbentuknya radikal bebas sehingga mengurangi daya tangkal antioksidan yang ada.

Dosis beberapa antioksidan penting.

Jenis-jenis antioksidan dan dosis per hari yang sudah terbukti manjur dan aman dalam menghadapi penuaan, terutama gangguan jantung koroner, kanker, katarak, pikun dan sebagainya adalah:
Vitamin A dalam bentuk Beta-karoten 20.000 - 25.000 i.u. (international unit),
Vitamin C minimum 500 mg (bisa 2 gram atau lebih),
Vitamin E (d-tocopherol) 400 - 800 i.u (bisa pula 1200 i.u.),
Selenium 200 - 250 mcg (microgram), Seng 15 - 50 mg.
Di samping itu kebutuhan dasar vitamin dan mineral yang terdiri atas Vitamin B kompleks, mineral Tembaga, Mangan, Magnesium, Kalsium, Besi, Yodium, Khromium, Molibdenium dan sebagainya yang biasa terdapat dalam formula multi vitamin, tetap harus pula dipenuhi untuk menjamin metabolisme normal.
Dari Vitamin B kompleks yang perlu diketahui adalah bahwa B3 atau niacin sangat berguna untuk menurunkan kholesterol dan membuka kapiler darah guna melancarkan aliran darah. Niacin juga dapat membantu menangkal perusakan sel-sel oleh nikotin pada para perokok apabila dikonsumsi dalam jumlah besar ( 300 mg atau lebih, dibagi dalam porsi 100 mg tiap kali makan dengan perut penuh, agar gejala rasa panas yang timbul di muka dan leher dapat dikurangi).
Selenium merupakan mineral yang diperlukan untuk membentuk enzim glutathion peroksidase yang ampuh sekali melawan radikal bebas karsinogenik (penyebab kanker) dan mutagenik (penyebab mutasi genetik), mencegah kerusakan oleh peroksida penyebab “cross-linking” yang membuat pembuluh darah, kulit dan lain-lain menjadi keras dan tidak lentur, memudakan sel-sel tua yang mengandung zat lipofuscin (suatu senyawa yang fluoresen atau bercahaya dibawah sinar ultra-violet, berwarna hijau kecoklat-coklatan) dan memperkuat sistem imun secara menyeluruh. Lipofuscin adalah hasil buangan dalam sel-sel setelah memproduksi berbagai zat dan energi yang diperlukan oleh tubuh. Secara alami ia disingkirkan dari dalam sel-sel, namun lambat-laun kemampuan sel untuk membuangnya menurun sehingga ia dapat menumpuk hingga lebih dari 75% volume sel hingga mengakibatkan fungsi sel berkurang. Pada suatu saat, penumpukan lipofuscin yang terlalu besar akan menyebabkan sel mati sehingga terlihat sebagai bintik-bintik coklat-kehitaman di kulit. Bila tidak cepat ditangani, bintik bintik ini akan bertambah banyak dan melebar. Ia merupakan tanda peringatan (tell-tale sign) bahwa telah terjadi degenerasi oleh radikal bebas di seluruh tubuh. Tinggal menunggu saja yang mana organ tubuh akan rusak karena degenerasi itu.
Kematian sel-sel akibat penumpukan lipofuscin terjadi pula pada sel-sel syaraf dengan akibat gangguan syaraf seperti kehilangan memori dan pikun. Enzim glutathion peroksidase dapat melarutkan kembali lipofuscin untuk dibuang keluar dari sel-sel yang terlihat berwarna gelap itu sehingga dengan berkurangnya lipofuscin, sel-sel akan bergairah kembali dan warnanya pun menjadi lebih terang kembali. Perubahan ini dapat terlihat pada wajah orang yang mengkonsumsi selenium dalam jumlah cukup. Bagi wanita yang menghendaki kecantikan dari dalam, antioksidan ini sangat bermanfaat.
Selenium diperlukan sebanyak 4 atom untuk tiap molekul glutathion peroksidase, karena itu berdasarkan bobot sekitar 60 kg diperkirakan jumlah konsumsi Selenium yang cukup adalah sekitar 200 mikrogram (atau 0,2 mg). Namun bagi seseorang yang telah menderita penyakit, angka yang lebih tinggi sekitar 250 mcg dapat membantu penyembuhan.
Patut diketahui bahwa sebagian dari kebutuhan antioksidan ini memang bisa diperoleh dari makanan yang dikonsumsi tiap hari. Tetapi karena kebutuhan dosis untuk perlindungan maksimum adalah besar (mega-dosis), maka bila mengandalkan pada makanan sehari-hari, jumlah yang harus masuk ke dalam perut akan menjadi besar sekali sehingga pasti perut tidak muat. Karena itu cara yang paling praktis adalah mengkonsumsi suplemen yang banyak terdapat di pasaran dengan menyesuaikan dosis yang diperlukan dengan komposisi yang ditawarkan. Masing-masing individu dapat menyesuaikan kebutuhannya sendiri dengan mencari variasi formula-formula yang dipasarkan, tentunya sesuai dengan kekuatan kantong masing-masing. Umumnya formula A,C,E , Selenium dan Seng dalam dosis tinggi merupakan kombinasi yang memberikan sinergisme dasar yang mampu mengatasi gejala umum penuaan. Masih banyak lagi berbagai zat berupa vitamin, enzim, sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, akar-akaran, biji-bijian, bagian hewan darat dan laut dan lain-lain yang juga mempunyai sifat antioksidan atau sifat penyembuhan lain dan dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Informasi mengenai hal ini dapat diperoleh dalam beberapa publikasi kesehatan.

Tidak ada komentar:

News Update

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Anda mau membeli atau mencari Buku?


Masukkan Code ini K1-39C35C-1
kutukutubuku.com
Anda malas datang langsung ke toko buku pada saat anda ingin membeli buku,gak usah khawatir anda bisa langsung pesan buku yang anda inginkan hanya dengan melalui website http://kutukutubuku.com.Anda cukup mengisi identitas diri anda dan buku yang anda inginkan.

Berita IT dan Artikel

News Liputan6

Computer Science

Gallery

  Gallery (Friend's 4ever )